Pembangunan Jeddah Tower kembali menjadi sorotan setelah laporan terbaru menyebutkan bahwa struktur gedung tertinggi di dunia itu telah mencapai sekitar lantai 80. Progres ini menandai fase penting setelah proyek sempat terhenti selama beberapa tahun akibat kendala finansial dan hukum.
Jeddah Tower dirancang memiliki total sekitar 157 lantai dengan ketinggian lebih dari satu kilometer. Dengan posisi terkini di lantai 80, berarti proyek ini telah melampaui setengah dari total struktur yang direncanakan.
Data proyek menunjukkan bahwa saat pembangunan dihentikan pada periode sebelumnya, ketinggian bangunan masih berada di kisaran 60 lantai. Artinya, sejak proyek kembali aktif secara bertahap hingga 2025, sudah ada tambahan sekitar 20 lantai yang berhasil diselesaikan.
Kecepatan tersebut memunculkan asumsi baru di kalangan pengamat konstruksi. Jika laju pembangunan stabil di angka rata-rata 20 lantai per tahun, maka sisa pekerjaan struktur utama dapat diperkirakan lebih jelas.
Dengan sisa sekitar 77 lantai lagi menuju ketinggian penuh, perhitungan sederhana menunjukkan bahwa Jeddah Tower membutuhkan hampir empat tahun tambahan untuk menyelesaikan seluruh lantai struktur bangunan.
Jika dijadikan patokan tahun 2025 sebagai titik awal percepatan konstruksi, maka penyelesaian struktur bangunan secara kasar diproyeksikan terjadi pada rentang akhir 2028 hingga awal 2029.
Namun, para ahli menegaskan bahwa pembangunan gedung supertinggi tidak berjalan secara linear. Semakin tinggi bangunan, semakin kompleks tantangan teknis yang dihadapi, mulai dari tekanan angin hingga distribusi beban struktur.
Kondisi tersebut berpotensi membuat pembangunan lantai atas memakan waktu lebih lama dibandingkan fase lantai bawah. Oleh karena itu, kecepatan 20 lantai per tahun lebih realistis diterapkan pada fase menengah proyek.
Selain pekerjaan struktur, Jeddah Tower juga masih membutuhkan waktu signifikan untuk penyelesaian fasad, sistem lift supercepat, instalasi mekanikal dan elektrikal, serta interior bangunan.
Fase-fase akhir ini biasanya berlangsung bersamaan dengan pembangunan lantai-lantai atas, namun sering kali tetap berlanjut meski struktur utama telah mencapai topping out.
Pengembang proyek sendiri sebelumnya menargetkan penyelesaian Jeddah Tower secara keseluruhan pada sekitar tahun 2028. Target ini mencakup bangunan siap digunakan, bukan sekadar struktur berdiri penuh.
Jika target tersebut tercapai, Jeddah Tower akan resmi melampaui Burj Khalifa di Dubai sebagai gedung tertinggi di dunia, sekaligus menjadi simbol ambisi arsitektur dan ekonomi Arab Saudi.
Proyek ini juga menjadi bagian penting dari transformasi kawasan Jeddah melalui pengembangan Jeddah Economic City sebagai pusat bisnis dan pariwisata baru.
Di tingkat global, kelanjutan pembangunan Jeddah Tower dipandang sebagai indikator kembalinya kepercayaan investor terhadap proyek-proyek megastruktur di Timur Tengah.
Meski demikian, risiko keterlambatan tetap ada, mengingat proyek ini sangat bergantung pada stabilitas pendanaan, kondisi pasar properti, dan keberlanjutan kebijakan pembangunan nasional.
Bagi publik, capaian lantai 80 dianggap sebagai sinyal kuat bahwa proyek ini tidak lagi sekadar rencana ambisius, melainkan benar-benar bergerak menuju realisasi.
Setiap tambahan lantai kini dipantau dengan lebih intens, baik oleh media internasional maupun oleh komunitas arsitektur dan teknik sipil dunia.
Apabila laju pembangunan tetap konsisten tanpa gangguan besar, maka tiga hingga empat tahun ke depan akan menjadi fase penentuan bagi masa depan Jeddah Tower.
Tahun-tahun tersebut akan menunjukkan apakah gedung ini mampu diselesaikan sesuai target, atau kembali menghadapi penundaan seperti di masa lalu.
Bagi Arab Saudi, keberhasilan menyelesaikan Jeddah Tower akan memperkuat citra negara sebagai pemain utama dalam proyek-proyek infrastruktur berskala ekstrem.
Dengan demikian, hitungan sisa 77 lantai bukan sekadar angka teknis, melainkan penanda waktu menuju lahirnya ikon baru arsitektur dunia.

0 komentar:
Posting Komentar